Cerita lucu?

Pada saat krisis ekonomi, kebanyakan penduduk Jambi tidak merasakan dampak negatif krisis, malah banyak yang merasa bersyukur dengan tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah(kebalik?). Harga karet dan sawit naik, para pemilik kebun menuai panen raya.
Mulai tahun 2002-an Jambi terlihat makin pesat pembangunan, khususnya ruko…dimana-mana sampai dipinggiran kota juga banyak ruko. Tapi bukan itu yang menjadi bahan cerita lucu.
Penduduk pinggiran Jambi juga makin sejahtera, makin kaya harta. Hal tersebut jeli dilihat oleh para dealer motor, sampai pelosok Jambi ada dealer motor yang menawarkan motor baik tunai maupun kredit. Ada teman hanya bermodal fotokopi KTP dan uang Rp. 100.000 bisa membawa pulang motor bebek (sekarang sudah lunas dan masih dipakai).
Sejahtera memang hak semua manusia, tak peduli sekolahnya apa, asal punya harta (seharusnya) bisa menikmati segalanya. Begitu juga mereka, walaupun ada yang tidak tahu baca tulis, tapi dengan uang dimilikinya bisa membeli semua perangkat modern, termasuk motor bahkan mobil walaupun tidak tahu ini itu bahkan mungkin tidak tahu SIM.
Panjang kali prolognya..
Jadi suatu hari ada mobil mogok dipinggiran kebon, si sopir dengan menawarkan imbalan berhasil minta tolong penduduk sekitar untuk mengantarkannya kebengkel dipinggir jalan lingkar. Setelah menyusuri jalan tanah datar selama 20-an menit akhirnya sampai disebuah bengkel disebelah rumah makan besar tempat biasa bis beristirahat.
Sambil menunggu montir menyiapkan alat-alat yang mau dibawa, supir yang mobilnya mogok bertanya karena heran kepada orang yang mengantarnya dengan motor,”mengapa kamu mengendarai motor memakai gigi satu terus?”
Terus dijawab oleh yang punya motor,”bapak ini bagaimana, gigi satu saja masih bisa, nanti kalau gigi satu sudah tanggal baru pakai gigi dua…begitu!”
“o!….”

Advertisement

9 Responses to “Cerita lucu?”

  1. ichanx Says:

    waduh, belum pernah ke jambi… kalo gw kesana, sambut yak! hehe

  2. o][o Says:

    tentu…datang aja…

  3. H4rs Says:

    wah kalo ke jambi saya bisa mampir nehhhh wekekekkekekeke

  4. o][o Says:

    bisa..bisa!…ayo pada kejambi…
    terakhir bikerz bajaj, dr jkt, palembang trus jambi & pkbaru tuh….

  5. easy Says:

    hahaha..
    gigi jadi gigi satu sampe 4 disimpen dulu ya :D

  6. iwan Says:

    heheh………..knapa gitu…kok bisa….
    pa memang mreka kgak ngerti tau gmana….
    wah da juga cerita nih kenyataan loh di sulsel…..

    waktu dollar naik tuh yah……
    banyak orang yang panen kakao dan harganya pada naik….ampe2 banyak orang kaya mendadak …..
    dasar orang udik yah smua barang elektronik di beli seperti kulkas, televisi, mesin cuci, radio, tapi tau kgak apa yang terjadi….
    smua barang elektronik itu tidak dipakai melainkan hanya sebagai pajangan saja….
    kamu tau knapa karna disana merupakan daerah terpencil yang belum ada LISTRIKnya….

  7. o][o Says:

    kalau disini, walaupun rumah ditengah kebun tanpa ada pln, listrik bisa ada..pake genset Pak..
    disini ada orang kebun, thn 2005 dia baru 5thn dijambi…selain berkebun, dia jualan madu (makanya jadi tau), kalau liwat, kita(saya & teman2) sering beli itu madu…sebentar dia sudah pake motor…1 terus 2…rumah ada genset walaupun rumah masih kayu…mulai 2007 dia sudah pake mobil taft yang dimodif untuk angkut sawit..motor masih tetep 2

  8. mellbondz Says:

    pernah denger cerita yang kyk gini :)
    jambi nya dmn bro?

  9. o][o Says:

    waah makanya dipakai tanda ? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.